hope you enjoy my blog :D


3

eksistensi golongan radikalisme di Indonesia

KATA PENGANTAR

Pui syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini yang yang berudul Eksistensi Gerakan Radikalisme di Indonesia.

Dalam pembuatan makalah ini, penulis menemukan kesulitan yang dirasakan menghambat. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.

 Bapak Drs.Arphan Lubis, sebagai Kepala Sekolah
 Ibu Hartati Anwar,S.Pd sebagai Wali Kelas
 Bapak Badrun sebagai guru pembimbing
 Ayah dan Ibu yang telah memberikan dukungan baik secara moril maupun materil.
 Serta teman-teman yang menberikan dukungan moril

Penulis berharap makalah ini dapat berguna.khususnya bagi penulis, umumnya bagi pembaca.untuk itu, penulis berharap adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Jakarta, April 2010

Penulis

Eksistensi Gerakan Radikalisme di Indonesia

1. Latar Belakang

Radikalisme merupakan curahan keinginan masyarakat untuk hidup lebih baik. Namun mereka menempuhnya dengan cara yang tidak bisa diangggap baik oleh sebagian orang, yaitu cara tersebut dapat dengan menghalalkan segala cara.

Sebenarnya cara tersebut kebenaranya masih diperdebatkan. Ada golongan yang pro dan kontra. Makin banyak gerakan radikalisme yang muncul karena persoalan agama, politik, maupun yang lainya sebagian besar bentuk radikalisme adalah perbuatan yang negative untuk umum.

Radikalisme agama sering muncul dalam bentuk terorisme dalam alasan berjihad. Radikalisme agama paling banyak dibahas di kalangan masyarakat.

Sementara itu radikalisme politik, lebih menjurus kepada perebutan kekuasaan suatu daerah tertentu dengan cara pemberontakan. Sebagai contoh, yaitu GAM, GPM, OPM ataupun RMS.

2. Pengertian Radikalisme

Radikalisme, sekelompok manusia yang menginginkan pembaharuan secara instan dengan menghalalkan segala cara.

Radikalisme adalah cara-cara menyelesaikan persoalan sampai ke akar-akarnya sehingga “tuntas” betul, yang muncul dalam bentuk-bentuk mengubah secara total, membongkar, meruntuhkan, “menjebol”.

Lahirnya Radikalisme

Tidak ada agama dan umatnya terbebas dari gerakan radikal dalam sejarah dunia dan sejarah kemanusiaan. Agama dan umatnya tidak bisa terlepas dari lingkungan. Munculnya gerakan keagamaan yang bersifat radikal merupakan fenomena penting yang turut mewarnai citra Islam kontemporer. Masyarakat dunia belum bisa melupakan peristiwa revolusi Iran pada 1979 yang berhasil menampilkan kalangan mullah ke atas paggung kekuasaan. Dampak dari peristiwa itu sangat mendalam, karena kebanyakan pengamat tidak pernah meramalkan sebelumnya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, dunia, khusunya Barat, dibuat bingung karena rezim mullah begitu bersemangat untuk melawan dan menyingkirkan mereka.

Munculnya Radikalisme

Banyak pengamat yang menyatakan bahwa munculnya sikap radikal yang diekspresikan dengan kebencian terhadap Barat timbul akibat konflik berkepanjangan antara Palestina dengan negara tanpa tanah air Israel. Hal ini menimbulkan “dendam-dendam politik” yang lebih luas, yaitu: Arab dengan Israel dan negara-negara pendukungnya. Konflik Arab dengan Israel ini meluas menjadi konflik Islam dengan Yahudi.

Radikalisme dapat merujuk kepada:

• Ekstremisme, dalam politik berarti terolong kepada kelompok-kelompok Kiri radikal, Ekstrem kiri atau Ekstrem kanan.

• Radikalisasi transformasi dari sikap pasif atau aktivisme kepada sikap yang lebih radikal, revolusioner, ekstremis, atau militan. Sementara istilah "Radikal" biasanya dihubungkan dengan gerakan-gerakan ekstrem kiri, "Radikalisasi" tidak membuat perbedaan seperti itu.

Khusus

• Radikalisme (historis), sebuah kelompok atau gerakan politik yang kendur dengan tujuan mencapai kemerdekaan atau pembaruan electoral yang mencakup mereka yang berusaha mencapai republikanisme, penghapusan gelar, redistribusi hak milik dan kebebasan pers, dan dihubungkan dengan perkembangan liberalisme.


Eksistensi, kata ini pasti sering kita dengar, kata ini merujuk pada famous atau terkenal. Kata tersebut meamng berpacu pada kata itu. Arti eksistansi adalah keberadaan suatu individu maupun kelompok/kaum yang disadari oleh masyarakat lain maupun masyarakat sekitarnya.
Jadi pembahasan kali ini “eksistensi golongan radikalisme di Indonesia”. Menurut saya ini berarti keberadaan yang disadari tentang sekelompok manusia yang menginginkan pembaharuan dengan menghalalkan segala cara di negeri kita.

Sebaiknya kita simak baik baik, berita yang sering ada akhir akhir ini. Banyak sekali yang membahas tentang terorisme, konspirasi asing, dan lain- lainnya.

3. Tujuan Radikalisme

Untuk sebagian masyarakat menganggap radikalisme sebagai hal yang positive karena kepentingan mereka. Seperti pelaku terorisme yang menganggap perbuatannya merupakan hal yang positive karena dia merasa berjihad untuk agama yang dianutnya.

Selain pelaku terorisme, ada juga para politikus, yang bisa melakukan apa saja dan menghalalkan segala cara demi merebut kekuasaan. Sebagai contoh hal yang dilakukan para politikus demi merebut kakuasaan ialah, dengan cara pemberontakan (GAM, GPM, RMS, dan lainnya).

• Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
sebuah organisasi yang memiliki tujuan supaya daerah Aceh atau yang sekarang secara resmi disebut Nanggroe Aceh Darussalam lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konflik antara pemerintah dan GAM yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976 dan menyebabkan jatuhnya hampir sekitar 15.000 jiwa. Gerakan ini juga dikenal dengan nama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF). GAM dipimpin oleh Hasan di Tiro yang sekarang bermukim di Swedia dan berkewarganegaraan Swedia.


• Republik Maluku Selatan (RMS)
Daerah yang diproklamasikan merdeka pada 25 April 1950 dengan maksud untuk memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur (saat itu Indonesia masih berupa Republik Indonesia Serikat). Namun oleh Pemerintah Pusat, RMS dianggap sebagai pemberontakan dan setelah misi damai gagal, maka RMS ditumpas tuntas pada November 1950. Sejak 1966 RMS berfungsi sebagai pemerintahan di pengasingan, Belanda. Pemimpin pertama RMS dalam pengasingan di Belanda adalah Prof. Johan Manusama, pemimpin kedua Frans Tutuhatunewa turun pada tanggal 25 april 2009. Kini John Wattilete adalah pemimpin RMS pengasingan di Belanda.

3 comments:

dewisia said...

Wooo blog ente tmplate dn widgetnya bagus :O pengeeen :L

Shinju San said...

sngt membantu

Shinju San said...

:mj

Post a Comment

thanks

soviaavi. Powered by Blogger.

find it

Loading...
Back to Top